22 Desember di Indonesia biasa disebut dengan hari Ibu.
Ibu, sosok mulia yang merupakan pembentuk insan-insan yg hebat di muka bumi ini. Tepatlah bila Nabi Muhammad Saw menyabdakan bahwa surga itu terletak dibawah kakinya. Surga, sebuah tempat yang sangat di idamkan dan dicita-citakan oleh seluruh umat beragama. Dalam arti luas surga tidak hanya berada kelak di akhirat (bagi muslim) sebagai janji Tuhan kepada kita yang mengikuti perintah-Nya.
Ibu, sosok mulia ini sudah menjadi surga bagi anak-anaknya, tepatlah kiranya jika beliau kita sebut sebagai surga kita. Tanpa ia kita mungkin takkan ada di muka bumi ini, tanpa kebaikannya kita mungkin takkan bisa sesukses ini, dan tanpa kesabarannya kita juga mungkin takkan memiliki semua yang telah kita miliki.
Ibu, dihari ini anakmu hanya ingin mengucapkan terima kasih atas segala yang telah kau curahkan, dan maafkan segala kekeliruan anakmu yang sering membuatmu sedih. Ibu, sebesar apapun dayaku tak akan pernah mampu membalas jasa-jasamu.
Semoga dipenghujung hidupmu kini engkau bisa menikmati hasil jerih payah dan pengorbananmu buat anakmu ini dan mohon do’a restumu untuk perjalanan hidup anakmu yang insya Allah masih panjang dan do’akan cita-cita terbesar anakmu ini untuk membahagiakan dan mewujudkan mimpimu agar dikabulkan Allah swt. Selamat Hari Ibu, Mak..
Saya tertegun dan manggut-manggut ketika membaca sebuah artikel yang bunyinya begini : Untuk bersedekah sebenarnya gak usah nunggu ikhlas dulu, lakukan aja sesering mungkin. Bisa saja dalam 10 kali kita bersedekah yang 6 tidak ikhlas awalnya tapi masih lumayan ada 4 yang ikhlas. Dan kalo sering bersedekah lama-lama akan jadi kebiasaan sehingga nilai ikhlasnya sudah lebih banyak lagi yang pada akhirnya nanti bersedekah itu sudah menjadi kebiasaan sehari-hari.
Kalo bersedekah ada unsur riya juga lakukan aja, toh yang rugi diri kita sendiri kalo yang menerima sih masih bisa merasakan kebahagian. Lumayan masih bisa tidak merugikan orang lain. Semua kegiatan yang baik memang awalnya harus dipaksa dulu sambil jalan diharapkan kesadaran mulai muncul. Read more…
Melihat perilaku peminta-minta sehari-hari terkadang membuat emosi memuncak apalagi yang sempat marah-marah jika tidak diberi. Dengan alasan tidak memiliki pekerjaan atau pada dasarnya mereka yang tidak mau bekerja layak dan telah terinfeksi virus ‘malas’ serta telah ‘kecanduan’ meminta-minta.
Tetapi saya justru menganalisis bahwa sebenarnya mereka itu juga harus bekerja keras mengumpulkan receh demi receh, bersabar menerima penolakan demi penolakan, dan berterima kasih (memberikan reward) setelah diberi, hanya saja mereka mungkin telah terlena dengan kebiasaan itu jadi melupakan unsur kerja kerasnya, jadi kalo mengemis saja harus kerja keras kenapa tidak bekerja normal saja karena kegiatan mengemis merupakan kasta terendah dimata sosial masyarakat. Read more…
Sudah beberapa hari ini aku benar-benar tidak mengerti atas apa yang aku pikirkan dan aku rasakan, hufc…benar-benar menyebalkan but this is me apapun yang terjadi tetaplah aku bukan dia atau mereka. Secara mentaly spiritual di awal bulan desember 2010 tepat pada tanggal 1 aku dikejutkan oleh kuasa Tuhan atas apa yang aku usahakan dan kuinginkan dengan hasil yang diluar perkiraanku. Apakah ini menjadi penyebab dari kehebohan pemikiran dan perasaanku entahlah ?? Read more…
Mukjizat merupakan kejadian/kelebihan di luar akal manusia yang tidak dimiliki oleh siapapun, karena mukjizat hanya dimilki oleh para rasul yang diberikan oleh Allah SWT kepada para rasul-Nya. Sedangkan apabila ada seseorang yang memilki sesuatu yang luar bisa itu tidak bisa dikatakan sebagai mukjizat melainkan karomah.(wikipedia.org). Menurut saya mukjizat ataupun karomah adalah keberuntungan yang diberikan Tuhan. Setiap orang pasti pernah mendapatkan keberuntungan di dalam hidupnya otomatis setiap manusia pastilah pernah mendapatkan mukjizat (dalam tulisan ini maksud saya kata mukjizat adalah karomah seperti maksud definisi diatas hanya saja saya lebih suka menggunakan kata mukjizat mohon dimaklumi) artinya wujud bukti keberadaan Sang Khalik benarlah ada kalau kita mau peka merasakan dan menganalisanya.Setiap orang mungkin memiliki pengalaman hidup yang berbeda-beda mengenai mukjizat yang dirasakannya, melalui tulisan ini saya mencoba menggalinya dari sudut pemikiran dan pengalaman saya pribadi mengenai mukjizat Tuhan kepada saya yang amat terasa sekali bagi saya ketika saya berbisnis dan membuat saya amat merasakan sebagai makhluk yang amat sangat membutuhkan bantuan Tuhan karena keterbatasan saya sebagai makhluk-Nya.



